Jumat, 23 November 2012

PERTEMUAN KE 8

DEVELOPING BUSINESS/ IT SOLUTIONS


System Approach adalah mencari problem, kesempatan untuk mengembangkan solusi. System Approach adalah sebuah analisa untuk menentukan masalah atau kesempatan dengan system thinking, untuk mengembangakan dan mengevaluasi solusi alternatif, memilih solusi terbaik sesuai dengan kebutuhan, emndesain system solution yang dipilih, mengimplementasi & mengevaluasi the success of designed system.
System Thinking adalah suatu proses untuk memahami bagaimana satu individu dapat mempengaruhi individu lain atau komunitas tempat dia berada.
System Thinking terdiri dari sistem input, proses, output, feedback, control component process.
Untuk memulai mengembangkan sistem dapat dilakukan di semua tingkat organisasi, bisa dilakukan secara terencana atau tidak.
Alasannya :
  • adanya masalah dengan sistem yang lama
  • ingin memanfaatkan kesempatan yang ada
  • ingin meningkatkan kompetisi
  • ingin meningkatkan efektifitas
  • pertumbuhan organisasi
Perencanaan SI & Tujuan SI ditujukan untuk merubah tujuan organisasi & tujuan strategis untuk memulai pengembangan SI.
Perencanaan Strategi -> Perencanaan SI -> Pengembangan Sistem Initiatif
System Analyst & Design adalah keseluruhan proses dimana SI didesain & diimplementasikand engan organisasi.
KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM & DEVELOPING BUSINESS / IT SOLUTION


Knowledge Management System
adalah kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisa, mengorganisir, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman. Pengertian dan pengalaman semacam itu terbangun atas pengetahuan, baik yang terwujudkan dalam seorang individu atau yang melekat di dalam proses dan aplikasi nyata suatu organisasi. Fokus dari MP adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan data mentah ke bentuk informasi yang bermanfaat, hingga akhirnya menjadi pengetahuan.

System Thinking adalah suatu proses untuk memahami bagaimana satu individu dapat mempengaruhi individu lain atau komunitas tempat dia berada.
System Thinking terdiri dari 

Add caption
  • sistem input,
  • proses, output,
  • feedback,
  • control
  • component process.
Referensi: http://media.kompasiana.com/buku/2011/10/20/7-langkah-membangun-sistem-informasi/


Rabu, 21 November 2012


RESUME PERTEMUAN 7 & 8


PERTEMUAN KE 7 

E-BUSINESS & E-COMMERCE

Pengertian e-Business atau definisi e-business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.


Penggunaan sehari-hari, e-business tidak hanya menyangkut perdagangan elektronik atau e-commerce saja. Dalam hal ini, e-commerce lebih merupakan sub bagian dari e-business, sementara e-business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data elektronik, termasuk pemasaran Internet. Sebagai bagian dari e-business, e-commerce lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www atau Internet. Dengan menggunakan sistem manajemen pengetahuan, e-commerce mempunyai goal untuk menambah revenu dari perusahaan.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.

REFERENSI : http://ewawan.com/pengertian-e-business-atau-definisi-e-business.html


Rabu, 14 November 2012




  1. Project intergration management

    Adalah tiang penyangga yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh seluruh knowledge area dalam Manajemen Proyek. Dengan melibatkan koordinasi seluruh knowledge area dalam project life cycle.
    Dan juga merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Manajer Proyek sebagai kunci koordinasi sdm, rencana dan pekerjaanpekerjaan yang harus dilakukan selama proyek berlangsung, serta pintu komunikasi antara proyek dengan top manajemen.

    Manajer Proyek harus mampu mengintegrasikan seluruh knowledge area selama project life cycle berlangsung. Kebanyakan manajer proyek terlaku berfokus pada hal-hal yang detail tetapi melupakan “big picture” dari proyek yang sedang dikerjakan.

    Proses dan kegiatan yang diperlukan untuk mengidentifikasi,  menentukan, menggabungkan, menyatukan, dan mengkoordinasikan proses dan kegiatan proyek manajemen dalam Grup Manajemen Proyek termasuk  dalam Kawasan Pengetahuan Proyek  Integrasi  Manajemen.  Karakteristik  penyatuan, konsolidasi, artikulasi dan tindakan integratif sangat penting bagi penyelesaian suatu proyek dalam  konteks  integrasi.

    Apakah Manajemen Proyek Integrasi?
    Integration manajemen merupakan unsur manajemen proyek yang mengkoordinasikan semua aspek proyek. Proyek integrasi, ketika dilakukan dengan benar, akan menghasilkan segala poses dari proyek berjalan lancar. Integrasi manajemen akan menghasilkan serangkaian tujuan yang menghasilkan. Hasil ini termasuk chart proyek, rencana proyek, dan awal dari pernyataan ruang lingkup proyek. Di bawah ini adalah ringkasan dari apa yang melibatkan manajemen proyek integrasi.

  2. Project Scope Management 

    Pengertian Project Scope Management


    • Scope mengacu pada semua pekerjaan yang terlibat didalam menciptakan produk-produk dari proyek dan proses yang digunakan untuk membuatnya.

    • Delivarable adalah produk yang diproduksi sebagai bagian dari proyek seperti perangkat keras, dokumen perencanaan, atau rapat.

    • Project Scope Management mencakup proses-proses yang terlibat dalam mendefinisikan dan mengendalikan apa yang tidak termasuk kedalam proyek.



    Proses Projeck Scope Management

    • Scope planning : menentukan bagai mana ruang lingkup akan ditentukan, diperifikasi, dan dikendalikan.
    • Scope definition: menelaah project charter dan pernyataan ruang lingkup awal dan menambahkan informasi lebih lanjut sebagai persyaratan yang dikembangkan dan perubahan permintaan tersebut disetujui.
    • Membuat WBS:mengelompokkan penyampaian proyek besar menjadi lebih kecil, komponen lebih mudah ditangani.
    • Scope verivikasi : penerimaan mempormalkan ruang lingkup proyek.
    • Scope Control : Pengendalian perubahan ruang lingkup proyek.
        

        Inisialisasi Proyek : Rencana strategis dan pemilihan proyek

    • Perencanaan strategis meliputi penentuan tujuan jangka panjang , memprediksi tren masa depan, dan proyeksi kebutuhan produk dan layanan baru.
    • Organisasi sering melakukan analisis SWOT.
    • Identifikasi proyek potensial.
    • Gunakan metode realistis untuk memilih proyek yang sedang dikerjakan.
    • Merumuskan inialisasi proyek dengan mengeluarkan project charter.
       

        Mengapa perusahaan investasi pada IT

    • Hal ini sering sulit untuk memberikan justifikasi yang kuat untuk berbagai proyek IT. Tetapi semua orang setuju mereka memiliki nilai tinggi
    • Lebih baik menghitung mas karat dari pada menghitung sen dengan tepat.
    • Kriteria yang penting untuk proyek yaitu : ada kebutuhan untuk proyek tersebut seperti dana yang tersedia cukup dan dana yang kuat akan membuat proyek tersebut berhasil.


         Identifikasi proyek potensial

    • Banyak organisasi mengikuti proses perencanaan untuk memilih proyek IT.
    • Sangat penting untuk menyelaraskan proyek IT dengan strategi bisnis.
    • Penelitian menunjukan bahwa mendukung tujuan bisnis eksplisit adalah nomor satu alas an dikutip untuk berfantasi dalam proyek IT

          Metode pemilihan proyek

    • Biasanya tidak cukup waktu atau sumber daya untuk menerapkan semua proyek.
    • Metode untuk proyek-proyek memilih meliputi

    

 

3. PROJECT TIME MANAGEMENT

    • Mengatur waktu dalam penyelesaian project, termasuk di dalamnya waktu-waktu yang akan hilang dalam pengerjaan project.



      ptm
    • activity definition

      Mendefinisikan aktifitas project kedalam jadwal pengerjaan project. Berdasarkan kebutuhan di setiap fase projectnya .jadi dalam proses ini kita harus lebih mendetailkan lagi aktifitas-aktifitas apa yang di butuhkan dalam perancangan pengerjaan project . terdapat beberapa fase tahapan pembagian tugas,  nah di setiap fase itulah yang harus di perjelas tentang apa saja aktifitas yang harus di lakukan, agar dalam aktifitas pengerjaan proyek ini berjalan dengan efisien .

    • Activity sequencing

      Menyusun urutan aktivitas pekerjaan dan mendokumentasikannya.Setiap aktifitas harus di menaj sebaik mungkin, dan jangan lupa mendokumentasikannya karena dokumentasi sangat penting dalam pembuatan sebuah project

    • Activity resource estaming

      Menghitung setiap tipe sumber daya yang dibutuhkan.Jadi kita harus dapat menganalisis sumber daya apa yang di butuhkan untuk membangaun project agar sesuai dengan yang di inginkan

    • Activity duration estaming

      menghitung waktu yang diperlukan untuk mentelesaikan setiap pekerjaan project yang harus di selesaikan setiap waktu. Harus di lakukan agar supaya waktu pengerjaan sesuai dengan perjanjian waktu project
    • schedule development

      menganalisis urutan aktuvitas, waktu,kebutuhan sumber saya dengan jadwal pekerjaan project yang dudah di tetapkan.

    • schedule control

      mengontrol setiap pengubah jadwal project. Harus bertindak cepat dengan menyesuaikan jadwal-jadwal lainya agar tidak terjadi lost time.


4. PROJECT COST MANAGEMENT

  • Project Cost management adalah salah saty elemen dari banyak elemen di Project Management, dan merupakan elemen tiga terpenting yang paling banyak disebut oleh orang dalam Project Management : Cost, Schedule dan Quality yang sering juga disebut "triple constrains" dalammencapai tujuan project. Selain itu ada juga elemen yang lain diluar tiga tersebut seperti Project Integration, Scope, Human Resources, Communication, Risks dan Procurement.
    • Elemen Project Cost Management terdiri dari:
        1. Resource Planning / Perencanaan Sumber Daya 
        2. Cost Estimating / Estimasi Biaya
        3. Cost Budgeting / Anggaran Biaya 
        4.  Dan Cost Controlling / Pengaturan Biaya.

5. PROJECT QUALITY MANAGEMENT

  • Project Quality Management

    Manajemen Kualitas Proyek adalah proses yang dilakukan, untuk menjamin proyek dapat memenuhi kebutuhan yang telah disepakati, melalui aturan-aturan mengenai kualitas, prosedur ataupun guidelines. Kesepakatan ini dapat terukur melalui parameter conformance to requirements (proses dan produk proyek memenuhi spesifikasi) dan fitness for use (produk dapat digunakan sesuai maksud dan tujuannya).



6. PROJECT HUMAN RESOURCE MANAGEMENT

  • Pengertian&Pentingnya Project Human Resource Management 

    Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Manajemen sumber daya manusia juga dapat didefinisikan sebagai suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
    Menurut A.F. Stoner manajemen sumber daya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

 

7.Project Communication Management 

  • Project Communication Management (Manajemen Komunikasi proyek)

    adalah kompetensi yang harus dimiliki manajer proyek dengan tujuan utama adalah agar adanya jaminan bahwa semua informasi mengenai proyek akan sampai tepat pada waktunya, dibuat dengan tepat, dikumpulkan, dibagikan, disimpan dan diatur dengan tepat pula, atau informasi dan komunikasi yang dibutuhkan oleh stakeholder proyek yaitu siapa membutuhkan informasi apa, kapan mereka akan membutuhkan informasi, dan bagaimana informasi akan diberikan atau disampaikan kepada mereka.

     
  • Perencanaan komunikasi (communication planning)

    Mendefinisikan kebutuhan komunikasi dan informasi di antara stakeholder sebuah  proyek. Perencanaan komunikasi atau communication plan yang terdapat pada proyek Magna Building ini dibagi menjadi dua yaitu secara internal dan eksternal. Untuk komunikasi eksternal dilakukan kepada stakeholder pada proyek ini antara lain komunikasi kepada owner, subkontraktor, supplier, serta pihak terkait lainnya seperti penduduk sekitar lokasi proyek. Bentuk komunikasi eksternal yang digunakan antara lain adalah rapat, laporan, memo, dan lain-lain. Untuk komunikasi internal dilakukan kepada anggota yang terdapat dalam organisasi proyek.Bentuk komunikasi internal dibagi menjadi tiga, yang pertama adalah formal atau tidak formalnya komunikasi. Untuk komunikasi formal dilakukan melalui rapat dan laporan, sedangkan untuk komunikasi yang tidak formal dilakukan dengan memo serta media telekomunikasi elektronik seperti handphone (telepon genggam) dan email (surat elektronik). Bentuk komunikasi internal yang kedua adalah tertulis atau tidak tertulisnya komunikasi. Untuk komunikasi tertulis dapat berupa memo atau surat pemberitahuan, sedangkan untuk komunikasi tidak tertulis adalah bentuk komunikasi yang langsung dilakukan kepada pihak terkait (tatap muka) tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dan bentuk komunikasi internal yang ketiga adalah komunikasi dilakukan secara vertikal atau horizontal. Untuk komunikasi vertikal merupakan instruksi seperti komunikasi project manager (PM) kepada site manager (SM), sedangkan untuk komunikasi horizontal merupakan koordinasi seperti komunikasi quality control (QC) dengan safety officer.

     
  • Distribusi Informasi
    Proses yang dilakukan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan informasi pada waktu yang tepat bagi setiap stakeholder. Dalam melakukan pendistribusian informasi dibutuhkan input berupa perencanaan manajemen komunikasi dengan menggunakan alat dan teknik berupa kemampuan komunikasi, metode distribusi informasi, proses pembelajaran, serta sistem informasi. Hasil atau output dari proses distribusi informasi ini adalah proses atau alur komunikasi dari organisasi proyek dan perubahan permintaan.

    Pelaporan KInerja


8.Project Risk Management

  • Suatu pendekatan tersturuktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman suatu rangkaian aktivitas manusia termausuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya.

    Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisioanal terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelolala dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan
  • Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

    Proses manajemen risiko:

  • Perencanaan manajemen risikoproses di mana keputusan yang dibuat tentang bagaimana pendekatan, merencanakan, dan melaksanakan kegiatan manajemen risiko. Hal ini diselesaikan sebagai bagian dari kelompok proses perencanaan.

  • Identifikasi risiko Identifikasi
    risiko menentukan yang dapat mempengaruhi tujuan proyek, dan mengidentifikasi karakteristik risiko tersebut. Identifikasi Risiko umum pertama terlibat dalam kelompok proses perencanaan.
  • Analysis risiko kualitatif
    memprioritaskan risiko untuk analisis masa depan dengan menganalisis kemungkinan terjadinya dan dampak. Analisis Risiko Kualitatif umumnya pertama kali terlibat dalam kelompok proses perencanaan.

  • Analysis risiko kuantitatif
    memberikan nomor ke risiko sebagai bagian dari menentukan dampak pada tujuan proyek secara keseluruhan. Analisis Risiko Kuantitatif umumnya terlibat dalam kelompok proses perencanaan.

  • Respon risiko perencanaan
    mengetengahkan opsi dan rencana aksi untuk meningkatkan peluang dan mengurangi ancaman. Respon risiko perencanaan biasanya pertama kali dimulai pada Kelompok Risiko Perencanaan Respon.







9.Project Procurement Manajemen  

  • Pengadaan adalah proses memperoleh barang ataupun jasa dari pihak di luar organisasi.
    Manajemen Pengadaan adalah proses –proses yang dilakukan untuk mendapatkan barang dan/atau jasa yang dibutuhkan sebuah proyek dari luar organisasi yang “didukungnya”.
  • Tahap manajemen pengadaan
    1. Perencanaan pembelanjaan dan pengadaan.
      Proses menentukan apa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan bagaimana proses pengadaannya. Dalam perencaan ini harus diputuskan apa yang harus diambil dari luar, tipe kontrak dan menggambarkan kerja yang harus dilakukan oleh distributor kelak.
    2. Perencanaan kontrak kerja sama.
      Proses menggambarkan kebutuhan produk atau servis yang diperlukan, yang digambarkan dalam RFP, kriteria evaluasi dan SOW.
    3. Permintaan respon dari distributor.
      Proses memperoleh informasi, tanggapan, penawaran atau proposal dari penjual
    4. Memilih distributor.
      Proses memilih suplier yang paling potensial melalui proses analisis suplier potensial dan negosiasi
    5. Administrasi kontrak kerja.
      Formalisasi pernyataan kerja sama
    6. Penutupan kontrak


 



 
 
 
     

Jumat, 12 Oktober 2012

Resume pertemuan ke VI SCM


Supply Chain Management

Supply Chain Management (SCM) atau dlm bahasa Indonesia Manajemen rantai suplai (SCM) adalah pengelolaan suatu jaringan interkoneksi bisnis yang berhubungan dengan penyediaan produk dan layanan untuk paket-paket yang dibutuhkan oleh pelanggan (Harland, 1996). Supply Chain Management meliputi semua rantai perpindahan dan penyimpanan bahan baku, dalam proses yang dinventarisasi, dan juga hasil akhir (barang jadi), dari titik asal ke titik konsumsi .



Tantangan dalam Mengelola Supply Chain
• Kompleksitas Struktur Supply Chain
– Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda (bertentangan?)
– Perbedaan bahasa, zona waktu dan budaya antar perusahaan
• Ketidakpastian
– Ketidakpastian permintaan
– Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas bahan baku, dll
– Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerjamesin yang tidaksempurna, ketidakpastian kualitas produksi dll
Persediaan dapat:
• Menimbulkan biaya
• Menyembunyikan permasalahan.
Referensi :

Struktur Supply Chain Management











SOLUSI MASALAH SCM
- Melakukan Outsourching (dengan menggunakan sumber dari pihak lain ) dari pada dilakukan sendiri selama ada permintaan yang meningkat.
- membeli input secara langsung dari pada harus memproduksi terlebih dahulu.
- menciptakan "strategic partneship" dengan suplier
- menggunakan pendekatan "just in time" dalam melakukan pembelian, yang mana suplier menirimkan material yang dibutuhkan dalam jumlah kecil.
- menggunakan supplier seminimum mungkin.
- memperbaiki hubungan supplier dengan buyer
- melakukan produksi setelah order.

resume pertemuan ke VI SCM

Supply Chain Management

Supply Chain Management (SCM) atau dlm bahasa Indonesia Manajemen rantai suplai (SCM) adalah pengelolaan suatu jaringan interkoneksi bisnis yang berhubungan dengan penyediaan produk dan layanan untuk paket-paket yang dibutuhkan oleh pelanggan (Harland, 1996). Supply Chain Management meliputi semua rantai perpindahan dan penyimpanan bahan baku, dalam proses yang dinventarisasi, dan juga hasil akhir (barang jadi), dari titik asal ke titik konsumsi .



Tantangan dalam Mengelola Supply Chain
• Kompleksitas Struktur Supply Chain
– Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda (bertentangan?)
– Perbedaan bahasa, zona waktu dan budaya antar perusahaan
• Ketidakpastian
– Ketidakpastian permintaan
– Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas bahan baku, dll
– Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerjamesin yang tidaksempurna, ketidakpastian kualitas produksi dll
Persediaan dapat:
• Menimbulkan biaya
• Menyembunyikan permasalahan.
Referensi :

Struktur Supply Chain Management











SOLUSI MASALAH SCM
- Melakukan Outsourching (dengan menggunakan sumber dari pihak lain ) dari pada dilakukan sendiri selama ada permintaan yang meningkat.
- membeli input secara langsung dari pada harus memproduksi terlebih dahulu.
- menciptakan "strategic partneship" dengan suplier
- menggunakan pendekatan "just in time" dalam melakukan pembelian, yang mana suplier menirimkan material yang dibutuhkan dalam jumlah kecil.
- menggunakan supplier seminimum mungkin.
- memperbaiki hubungan supplier dengan buyer
- melakukan produksi setelah order.



Senin, 01 Oktober 2012

RESUME PERTEMUAN 3 DIMENSI SISTEM INFORMASI

Pertemuan ke III

DIMENSIONS OF INFORMATION SYSTEM

Tiga dimensi sistem informasi

Mendeskripsikan fungsi, proses kerja,komunikasi serta peralatan teknologi informasi
a.Data dan informasi
   Informasi merupakan data yang disusun sedemikian rupa sehingga mempunyai arti dan berguna bagi kehidupan manusia.
   Data merupakan segala sesuatu yang dapat diterima dan dapat diolah oleh komputer.
b.Bahasa mesin atau biner
   yaitu satu-satunya bahasa yang dapat dipahami komputer .kode ini hanya terdiri dari sekumpulan angka yang ada didalam komputer yang diwakili oleh 1 dan 0 (satu dan nol)
Fungsidan cara kerja hardware teknologi informasi komputer
   Ada tiga komponen yang harus ada yakni:
Brainware,hardware,software
a.Brainware terdiri dari :Analisis sistem,                                                                                                                                            programmen dan operator   
  -Analisis sistem yaitu orang yang menganalisis kebutuhan dan menentukan bagaimana sistem komputer bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
  -Programmen yaitu orang yang menyusun perintah dalam bahasa pemrograman sehingga komputer bisa melakukan tugas untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan.
  -Operator yaitu orang yang menjalankan program yang telah dibuat oleh programer.
b.Hardware terdiri dari:input devices, output devices cpu periferal
  -Input devices yaitu perangkat komputer yang digunakan  fungsinya untuk masukkan dan keluaran .
  -Cpu terdiri dari tiga bagian yaitu alu,cu dan memory
Alu fungsinya membawa semua fungsi logika aritmatika dan proses datanya.
Cu fungsinya mengontrol hardware seperti monitor
c.software terdiri dari:Sistem operasi, bahasa pemrograman, paket program dan utility
-Sistem operasi adalah software komputer komputer yang tersusun dari serangkaian program-program yang mengontrol operasi-operasi sebuah komputer
-Bahasa pemrograman adalah bahasa yang terdiri dari bahasa mesin,assenibly,bahasa tingkat tinggi
-Paket program adalah software yang dibuat khusus untuk keperluan terentu.
Contoh:program pengolah kata:Ms.word
             Program pengolah angka:Ms.excel
             Program pengolah presentasi:Ms.power point
             Program pengolah musik:winamp
             Program pengolah film:dvd power
-Utility adalah software yang dibuat untuk menunjang kerja sistem informasi
Contoh:program antivirus:avast,vorton program perawatan hardisk

1.Level Managements

2. Business Aplication

 

Decision Structures (Visual Basic)

 

Flow chart of an If...Then...Else construction

 

 

 

 

 

 

Pertemuan ke IV

 

I. PEMROSESAN TRANSAKSI
Salah satu tujuan sistem informasi adalah mendukung operasi harian perusahaan. Tujuan ini dicapai melalui : (1) pemrosesan transaksi-transaksi yang disebabkan baik oleh sumber-sumber ekstern maupun intern, dan (2) menyiapkan keluaran-keluaran seperti dokumen-dokumen operasional dan laporan-laporan keuangan.

- Transaksi memungkinkan perusahaan melakukan kegiatan operasional,menyeenggrakan arsip dan catatan yang up to date, dan mencerminkan aktivitas oraganisasi.

- Transaksi akuntansi merupakan transaksi pertukaran.

 

 * Tipe auditing 

- Audit keuangan 

-Audit operasional